BERIBADAH LEWAT MAKANAN

BERIBADAH LEWAT MAKANAN

Oleh :  Ahmad Yani

 

“ Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu “. (Qs. Al-Baqaroh 168)

Perintah Allah diatas ditujukan kepada manusia secara keseluruhan untuk memakan makanan yang halal dan baik dalam bahasa Al-Qur’an “ Halalan Thoyyibah “, perintah ini untuk kemaslahatan manusia itu sendiri , ini berkaitan dengan tugas manusia sebagai Khalifah fil Ardi atau pemimpin di bumi yang memerlukan fisik dan tenaga yang kuat,  itu semua berasal atau bersumber dari makanan yang dikonsumsi oleh manusia,  salah memilih akan berakibat fatal  pada seluruh badan dan jiwa manusia, oleh sebab itulah secara detil Allah memberikan pedoman dan pelajaran bagi manusia  tentang pentingnya memilih makanan yang thoyyib dan sumber mendapatkanya juga baik.

Dalam kehidupan  kita  sehari-hari  banyak makanan yang kita konsumsi  tidak diketahui  kadar dan kandungan,  apakah membahayakan atau memberi  manfaat bagi tubuh kita, yang jelas apa yang diiklankan  “baik” , belum tentu berarti  baik,  padahal dengan mengkonsumsi akan membawa akibat dikemudian hari, Zat yang membahayakan sering tidak diindahkan, bahan yang digunakan apakah segar atau sudah kadaluarsa tidak kita ketahui dan pengolahanya apakah sudah Hygenis ini juga kita tidak melihat, dan baru terasa dikemudian hari ketika terjadi gangguan kesehatan, ini kalau kita berbicara masalah kebaikan atau Kethoyyiban dari makanan tersebut, belum dari aspek “ halal”  yaitu dibolehkan dan tidak dilarang sedang lawanya “Haram”  yaitu dilarang , itu semua bersumber dari syari’at atau aturan-aturan Allah dan rasulnya diantaranya  Dalam Surat Al-Maidah 173 :

 

“ Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah[108]. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Qs.al-Maidah 173).

Karena begitu pentingnya persoalan pemilihan makanan ini , Allah SWT Menamai  satu surat dalam Al-Qur’an dengan nama  Hidangan (Al-Maidah).

Begitu selektifnya dalam pemilihan dan mengkosumsi makanan ,ini  memberikan pelajaran bagi manusia untuk selalu mengkritisi  apa yang dimakan sebagaimana perintah Allah dalam Surat Al-Baqaroh ayat 168 diatas, sekaligus juga dengan menjalankan kekritisan tersebut  berarti menjalankan perintah Allah  inilah yang dinamakan Ibadah.

Menjalankan ibadah dengan pemilihan makanan akan memberikan  tantangan untuk mengetahui  segala jenis makanan yang bermanfaat bagi tubuh kita juga yang tidak bermanfaat sekaligus mencari hikmah dibalik makanan yang dilarang dan dibolehkan oleh Allah SWT, inilah Aspek Tarbiyah atau pengajaran Allah kepada manusia.

Diera Globalisasi ini salah satu cara untuk mengetahui bahan makanan atau makanan dalam kemasan adalah dengan melihat label halal yang dikeluarkan Oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan tanda logo MUI berwarna hijau dalam setiap kemasan, sedankan untuk warung atau restoran dengan Sertifikat Jaminan halal yang dipasang pada papan nama warung atau restoran,  untuk mengetahui  secara detil produk Makanan, warung atau restoran yang sudah mendapatkan kehalalan,  lewat  informasi media Internet LPPOM-MUI,  Jaminan Halal ini sudah barang tentu memudahkan kita untuk menjalankan ibadah  lewat makanan sekaligus juga menjamin kebaikan atau Kethoyyiban bagi tubuh kita.

Bagi pengusaha baik produsen makanan, warung, restoran serta yang bergerak dibidang makanan dan minuman  akan Mendapatkan nilai ibadah didalam menjalankan usahanya apabila menjamin prodaknya Halal kepada konsumen, hal ini sudah barang tentu akan meningkatkan omzet penjualan secara dunia sedangkan ukhrowi mendapat nilai ibadah yang ganda diantaranya : Memilih bahan olahan sesui dengan perintah Allah ini nilai ibadah, menjamin berarti memberikan ketenangan pada konsumen ini nilai ibadah, Membantu konsumen Menjalankan ibadah lewat makanan ini nilai ibadah pula, jadi pengusaha mendapatkan untung yang berlipat, inilah bisnis dunia ahirat.

 

Wallahu a’lam bissawab.

 

Klungkung, 10 April 2012

 

COVER

COVER

Advertisements

About SANG PENYULUH KLUNGKUNG

Dengan kerja kita beramal, dengan ilmu hidup menjadi mudah dan dekat pada Allah hidup menjadi bahagia
Aside | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

OokTinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s